Perbedaan Musik Jepang, Korea Selatan dan USA

Assalamualaikum, everybody!

         Yo wazzup?! Lagu-lagu Fifth Harmony yang Work enak banget, ya. Eh, tapi With You-nya ClariS juga menenangkan hati lho, bener-bener seperti kita ikut dalam melodinya!
           Di jaman sekarang, musik sangat berperan penting dalam kehidupan seseorang. Contohnya nih ya, ketika seseorang suka dengan musik rock, maka dia akan cenderung memiliki kepribadian yang outstanding atau bisa juga berkepribadiaan Kuudere (bersikap cool di luar, tapi jika dia sudah dekat dengan seseorang maka dia akan bersikap hangat hanya dengan orang tersebut). Atau nih ya, orang yang suka dengan musik seirama Japanese-idol akan mudah semangat karena memang kebanyakan lirik maupun melodinya sangat ceria, membuat siapapun yang mendengarkannya akan merasa semangat juga. Atau mereka bisa juga jadi pribadi yang hikkikomori (suka mengurung diri) karena kecanduan idol hihihihi..
           Nah, kali ini aku bakal bahas tentang perbedaan musik Jepang, Korea Selatan dan USA, aku membuat postingan seperti ini karena memang aku suka dengerin musik-musik dari ketiga negara maju itu. Mungkin pendapatku ini berbeda dari pendapat teman-teman, jadi maafkan ya!

Perbedaan Musik Jepang, Korea Selatan dan USA

1) Melodi

         Pertama-tama kita bakal bahas melodi dulu, ok? Karena orang-orang cenderung musik berdasarkan melodinya (seperti lagu yang easy catching atau mudah diserap nada-nadanya), jika mereka tidak mengerti arti dari lirik lagu tersebut.
         Kalau menurut pendapatku, Jepang akan memilih melodi yang powerful, lucu, terkesan memberi semangat, dan ada nuansa melodi yang di-synthesizer kan? (Mungkin, oops!). Itu untuk lagu normal, akan tetapi untuk lagu sedih, kebanyakan musisi Jepang akan benar-benar menggambarkan kesedihan itu melalui melodinya, kadang nih ya, walau kita gak tahu maksud lagunya, tapi kita benar-benar bisa nangis kalau mendengarkan lagu sedih dari Jepang (Lo aja kali, Han!). Mereka juga jarang membawakan musik yang berbasis DJ atau bass (Ada beberapa, tapi aku jarang denger). Karena lagu-lagu mereka juga kebanyakan mengacu pada soundtrack anime dan idolgroup AKB48.
             Lanjut, sekarang mari bahas lagu-lagu Korea Selatan. Kebanyakan para musisi Korea Selatan membawakan lagu yang easy-catch dan kadang berpacu dengan musik DJ atau bassnya. Ya, jika diberi skala 1-10 mungkin sekitar 8 mereka mengeluarkan DJ/bassnya. Untuk lagu semangat, aku kurang suka dengan melodinya, mungkin karena terlalu banyak lirik yang diucapkan pada lagu-lagu bergenre itu jadi membuat penikmat musik internasional kebingungan. Ngomong-ngomong, aku suka artis-artis debutan SM Entertainment loh! (Ehe~). Untuk lagu sedihnya sendiri, Korea Selatan juga jago dalam mengolah melodinya, jadi kalau kita dengerin OST Drama Korea bisa langsung baper, hiks....
            Terakhir, USA. Nah, musisi USA ini memang terkenal jago membuat lagu berbasis DJ ataupun yang memiliki banyak 'bass'. Dug jedug jedug, jedug jedug. Gitu deh. Selain itu, mereka juga berani berkreasi dengan musik-musik dan menggabungkannya seperti Waterbed dan Roses yang disepak oleh The Chainsmokers. Keren abis. Tapi untuk lagu sedihnya, hmm.. sepertinya USA harus lebih berusaha lagi. Jujur nih, aku malah lebih baper dengerin lagu sedih Jepang dan Korea Selatan daripada lagu USA, hehe. (Padahal mah dengeri A Thousand Year langsung nangis jungkir balik, lol).

2) Lirik

       Mari berbincang ke bagian lirik. Nah, untuk lirik, Jepang memiliki lirik-lirik yang euhm... terdengar lucu di telinga orang Indonesia (terutama saya) seperti pada lagu JKT48 - Heavy Rotation,
                  Seperti popcorn.. yang meletup-letup, kata kata suka menari, nari~

             Pertama kali aku denger aja serasa "What?! Terus apa hubungannya sama popcorn?! Gue jadi laper bukannya paham sema lagu ini.." gitu. Aneh aja. Kenapa coba harus makanan? Bagi Indonesia (ya walaupun kami memang bangsa yang doyan makan) membawa makanan dalam sebuah lirik lagu itu terdengar lucu, karena kebanyakan lagu Indonesia itu berbasis pada lirik yang puitis.
            Selanjutnya, Korea Selatan! KorSel membawakan lagu-lagu mereka dengan lirik yang cukup masuk akal bagi orang Indonesia. Akan tetapi, kadang Jepang dan KorSel memasukkan kata-kata bahasa Inggris yang terdengar lucu di telinga kami. Oke, mungkin memang keren. Tapi, seperti terlalu dipaksakan... (Rata-rata orang Indonesia bisa berbahasa Inggris -walau medhok).
             Tidak perlu membahas tentang lirik USA, karena lirik mereka Inggris, dan kebanyakan orang Indonesia cukup mengetahui bahasa Inggris. Banyak dari mereka yang menggunakan kata-kata 'kotor' di lirik lagu musisi USA. Hmm.. mungkin seperti lirik lagu Trumpets Jason Derulo punya. Sungguh, jika kalian lihat translasi liriknya atau jika kalian paham Inggris, cukup saru bagi kita. Walau aku akui, musiknya memang enak.

That's it! Aku memang tidak bisa membuat postingan yang terlalu panjang... jadi, cukup disini. Thanks!

Wassalamualaikum wr. wb.