She's mine, However She Wears! [FF EXO x AKB48] - Chapter 01




                   She’s mine, however she wears!


Main Cast :
-         - Luhan EXO
-         - Sayaka ex-AKB48

Other Cast :


-         - Sae SNH48
-         - Sehun EXO
-          etc.


***



Hari ini aku sedang jalan-jalan ke Korea Selatan. Tujuanku kesini karena Miyazawa Sae, anak bandel nan tomboy –yang sepertinya sama denganku, ingin bertemu seseorang. Menurut ucapan Sae, ‘seseorang’ itu adalah member boyband ternama di Korea Selatan. Perawakannya tinggi, putih, suaranya imut (menurutnya), dan berwajah derp-face tetapi cool. Karena aku penasaran siapa ‘seseorang’ itu, akupun mengiyakan ajakan Sae untuk menemuinya di sebuah cafe di daerah Seoul.

Hontouni sugoii ne Seoul wa!” decakku kagum melihat hiruk-pikuk kota Seoul. Walau ramai, tapi tetap terkesan nyaman, indah dan tenang. Tokonya pun terjajar rapi dan tidak terlihat acak-acakan.
Deshou? (benerkan apa kataku?)” Sae tersenyum lebar lalu berjingkrak-jingkrak riang.
Seoul bener-bener kota yang ind–

BRUK!


“Aduh!” teriakku. Aku menyeringai kesakitan melihat bekas luka di lututku.
“Eh? Mianhae! Kamu nggak apa-apa?” tanya seseorang dengan suara lembut.
Aku tertegun. Hatiku tak henti-hentinya terkagum-kagum dengan suara yang barusan ku dengar. Aku menoleh menghadap si sumber suara itu.
“Whoaa! Kawaii! Hontouni kawaii anata wa!” decakku kagum sambil meraba-raba wajah mulus itu. Matanya bulat indah, rahangnya sempurna, hidungnya mancung, pipinya putih mul– ‘Gawat! Aku tanpa sadar memegang-megang wajahnya! Baka! Baka!’ gumamku ricuh dalam hati.
“Ah.. moushiwake arimasen! Hontouni moushiwake arimasen!” –tiba-tiba Sae membalikkan tubuhku dan memaksaku untuk menundukkan badan. “Eh, etto.. maksut kami, Mianhae!” Sae meralat permintaan maafnya mengganti dengan bahasa Korea.
Laki-laki kawaii itu tersenyum. Seseorang di sampingnya menyikut lalu membisikkan sesuatu. Dengan agak canggung, laki-laki kawaii itu berbicara tetapi tetap dengan suara yg lembut, “Hmm.. Nippon? (dari Jepang?)”
Aku dan Sae terkejut lalu menghentikan sikap permintaan maaf kami. ‘Oh pasti karena kamu tadi teriak-teriak pake bahasa Jepang!’ Sae menatapku sambil memberi isyarat –lebih tepatnya menyalahkanku. Matanya menusuk-nusuk tajam.
Ne.. anata wa- ah, nuguya?” Sae meralat perkataannya lagi. Sepertinya anak bandel ini masih belum begitu bisa menyesuaikan kata-katanya –walau sebenarnya aku lebih parah daripada dia.
Laki-laki kawaii itu menatap laki-laki yang di sampingnya, kemudian tersenyum. Mereka mengajak kami ke tempat yang lebih sepi. Aku curiga, jika mereka berani macam-macam denganku dan Saecchan maka akan ku bunuh mereka berdua –sudah lama juga aku nggak menghabiskan nyawa orang.
Mianhae sudah membawa kalian ke tempat yang sepi. Kami tidak ingin fans kami menemukan kami. Oh iya, Luhan imnida. Yoroshiku,” ucap laki-laki kawaii bernama Luhan itu dengan suara lembut. Aku sedang menahan agar tidak menyentuh wajahnya yang imut itu. Tanganku padahal sudah meronta-ronta ingin menyentuh wajahnya.
“Sayaka imnida. Yoroshiku onegaishimasu!” ucapku riang.
“Sae imnida. Bangapta!” ucap Sae dengan wajah imut –bener-bener deh ini anak, kalau udah ketemu cowok, sifat ceweknya keluar.
“Sehun imnida. Bangapta,” ucap laki-laki di samping Luhan, kemudian membuka tudung-hoodienya. Sae terkejut lalu membelakakan mata. Aku menatap bingung Sae, ‘kenapa nih anak? Jangan-jangan kumat, gawat nih kalau kumatnya disini’.

Aku mencolek-colek Sae, “Saecchan, daijoubu?” tanyaku. Matanya masih meneliti setiap inchi tubuh laki-laki di depannya, Sehun. Sehun yang merasa sedang ditatap lalu berdeham. Sae kemudian tersadarkan diri –syukurlah.
        “Ano.. Sehun dari EXO, deshou?” Sae bertanya dengan mata serius. Aku makin bingung. Sae lalu meneruskan pertanyaannya, “Miyazawa Sae desu. Bukankah kamu hari ini akan bertemu denganku di cafe?” –aku terbelakak.


..........OH INI TOH ORANGNYA!