You're My Object [FF EXO]


You’re my object

Hei. Aku Na Yeon, aku seorang stalker pro. Bukan sasaeng fans, lho! Aku menjadi stalker karena dibayar. Kali ini, targetku adalah Oh Se Hoon. Sebelumnya aku tak mengenal dia. Tapi, saat klienku menyerahkan foto dan data-datanya, aku mulai mengerti siapa dia.
Dia artis boyband ternama yang masih seumur jagung, alias baru melakukan debutnya, namanya EXO. Yah..., wajahnya cukup ganteng sih. Klienku ini exo-stan, dia ingin aku men-stalk kehidupan pribadinya dan menyuruhku memfotonya. Yah, begitulah aku, stalker. Tapi biayaku tak semurah tiket konser, lho. Cukup mahal. Karena ayahku, ehm.. perdana menteri Korea Selatan, aku menfaatkannya untuk masuk ke dalam acara-acara atau event-event yg dituju.
Berhubung si Sehun, panggil saja dia seperti itu, adalah member boyband yang akan tampil di Mnet Asian Music Awards (MAMA), aku harus bisa masuk ke dalam sana. Dan... menjadi penonton VVIP atau bahkan menjadi salah satu staff illegal. Tapi, klienku itu hanya memberiku beberapa won saja untuk biaya masuk ke acara itu. Hmm...
***
Drap! Drap! Drap!
Fuh! Untung aku tidak terlambat. Untuk kali ini, aku harus menggunakan beberapa uangku untuk membeli tiket VVIP. Menyamar menjadi staff sepertinya aku coret saja, itu bisa mempermalukan ayahku kalau penyamaranku terbongkar.
Aku sekarang sedang berdesak-desakkan untuk memfoto Sehun. Uukhh! Ternyata disini banyak sasaeng fans!
Aku menggenggam SLRku erat-erat agar tak terjatuh dan lensanya tak kotor. Uff...
Mari kita sambuuutt.... Super Junior!
Barisan rada melonggar. Sekarang aku bisa bernafas lega, dan aku sudah bisa menyentuh tanah sekarang (tadi aku dipepet-pepet, hingga melayang). Hampir semua penonton mengarahkan matanya pada Super Junior yang sedang perform itu. Ck. Tapi kenapa si Sehun ikut-ikut melongo? Ah, aku lebih suka si objek memandang ke arah kameraku daripada melihat ke arah lain.
“Se... Sehun-ssi!” jeritku gugup.
Sehun menengok ke arah kiri. Uukh! Kenapa malah ke arah kiri! Aku di sebelah kananmu, bego! Akan kucoba panggil dia lagi.
“SE HUN-ssi!” teriakku lebih lantang. Aku sudah menyiapkan kameraku.


Klik..... JPRETT!!
Yap! Dapat!
Aku melepaskan kameraku, melihat hasil foto-foto yang lain dan menambah beberapa efek. Ho-ho-ho! Aku memang stalker pro!
Sekarang, waktunya istirahat dan menunggu perform Sehun! Lalu memfotonya habis-habisan!
***
Kringg! Kringg!
“Ya? ..... oh, ya! Aku sudah dapat beberapa foto Sehun. Tadi aku juga dapat angle yang pas. ..... Ya! Hahaha! Baiklah, Yoonju-ssi! Habis acara ini aku akan stalk dia habis-hab–
....Sehun?”
Tutt.. tutt.. tuutt..
Aku membeku. Astaga. Ke.. kenapa ada Sehun disini...
Ah, kau yeoja yang tadi memanggilku, kan?” tanyanya. Eh? Kenapa dia bisa mengenaliku?
“Ne. Tunggu, kenapa kau bisa mengenaliku?” tanyaku heran.
Dia tersenyum simpul. “Tentu. Kau beruntung. Angle-ku tadi sangat pas, kan? Saat yang lain sedang melihat hyung-hyung Super Junior tampil, aku menengok ke arahmu. Pasti aku sangat keren,” pujinya pada diri sendiri. Narsis, batinku.
Aku tertawa kecil. “Ah, iya. Angle-mu tadi sangat bagus dan pas. Kau juga terlihat tampan, lho.”
Aku melirik ke arah Sehun.
A... apa?! Ke.. kenapa dia blushing? Ya Tuhan... manisnyaaaa!
Klik.... JEPRETT!!
“Ups... sorry, gak sengaja...” aku membentuk kedua tanganku pose peace V. Lalu nyengir lebar.
“Eh..... Ah, gwaenchanayo. Ngomong-ngomong, siapa namamu?”
Aku terkejut. Kenapa dia tanya namaku? Hmm.. aku jahili dia saja, deh. Hahaha. “Mm.. nama palsu, nama asli atau nama panggilan?” tanyaku balik.
“Nama panggilan.” jawabnya serius. Aku hampir saja terjungkal karena menahan tawa yg berlebih.
“Na Yeon. Ada apa?”
Sehun menarik daguku. Aku tersontak kaget. Ja... jangan-jangan dia mau menciumku?! Tu.. tunggu dulu!
“Kau sangat lucu dan manis, Na Yeon-ssi.”
Bibir kami hampir bertautan.... dan....
“Sehun!! Cepatlah! Semua member sudah siap!!” teriak seseorang. Sehun menghentikan ‘perjalanan ciuman’ kami. Wajahnya memerah padam. Wajahku juga tak kalah merah...
“Nee!” teriaknya balik. Dia lalu menengok ke arahku. “Na Yeon-ssi, ku harap kita bisa bertemu kembali.”
Cup!
He... Hei! A.. apa.. apa-apaan dia?! Di.. dia menciumku... tepat di bibir..
Aku berjalan keluar sambil memegang SLRku kuat-kuat. Menundukkan kepala. Bu.. bukan, aku bukannya marah atau kesal. Tapi.. aku malu...... AAA!
Ukhh. Papa, sepertinya anak gadismu ini akan mulai tertarik kepada seorang laki-laki. Apalagi dia artis. Maafkan aku, Papa... mungkin Papa akan marah.