Gee! - Para manekin Jun [FF]


Gee!

Para manekin Jun

Jun, pegawai toko baju ‘Unyu Style’ yg terkenal seantero Jakarta sangat terkenal di kalangan para siswa maupun siswi se-Jakarta. Perawakannya yang keren, wajahnya yg bikin cewek manapun melting, jakung – sekitar 183 cm dan fasih berbahasa Korea, Jepang, China, Indonesia maupun bahasa Internasional, English. Ia selalu ditawari oleh para pencari bakat/model setiap hari. Sudah beberapa kali pula ia tolak, alasannya, karena ia harus menjaga para manekin di toko baju ‘Unyu Style’, walau memang sama sekali tak masuk akal.
Manekin-manekin yang setiap hari dipajang di toko itu gonta-ganti dan memang harus selalu bersih. Di front depan, biasanya menggunakan manekin yang cocok menggunakan pakaian pada tema hari itu. Eh, Jun ternyata sudah memberi nama pada setiap manekin-manekin yang cantik jelita itu, lho. Ada Sica, manekin berambut pendek, Jun suka memajangnya di front depan pada hari yg bertemakan tentang ‘Cewek Menggemaskan’ semacam itulah. Sica biasa Jun taruh di sayap kiri pada hari Kamis-Sabtu, kalau hari itu tidak sedang bertemakan ‘Cewek Menggemaskan’.
Kemudian, manekin ini memiliki 14 tindikan di tubuhnya, berambut gelombang. Perawakannya tomboy, tapi badannya tidak terlalu tinggi seperti Sica. Agak pendek dari Sica. Jun menamainya, Jia. Ia biasa menaruh Jia di belakang kanan jika hari itu tidak bertemakan ‘Devil’ atau semacam ‘Emo’.
Manekin bertubuh langsing –dan yang paling tinggi dari 9 manekin Jun yang lain, mendapati dirinya sekarang ada di front depan bagian kiri toko ‘Unyu Style’. Jun mendandaninya agar semirip penyihir Halloween. Dress mini berwarna hitam anggun dengan renda-renda disekeliling dress mini itu melihatkan kaki jenjang manekin yang Jun beri nama Yuu itu. Jun meletakkan tas berbentuk ‘Labu tersenyum’ dan sapu ijuk yang sudah diberi beberapa lampu kecil untuk menaikkan daya tarik di lengan Yuu, untuk tasnya dan menyandarkannya pada dada Yuu, untuk sapu ijuk itu.
Wajah baby face, agak pendek – lebih pendek daripada Jia sedang ada di sayap kanan toko itu, memegang tas berisi permen-permen ala Halloween dan mengenakan baju Gothic Loli-nya versi ‘Unyu Style’. Jun mendandaninya dengan sepenuh hati, karena inilah manekin kedua yg paling disukai Jun. Manekin ini Jun menamainya Aitta.
Manekin yang paling disukai Jun kali ini sedang duduk manis dengan menyilangkan kedua kakinya dan memakai topi seperti Pipiyot-nya Nirmala. Sangaaaaat cantik dan manis. Pantas kalau Jun jatuh cinta pada manekinnya kali ini. Ah, tapi mungkin kalian hanya menganggap Jun yg keren dan cool tadi banci atau bodoh, karena jatuh cinta pada sebuah plastik berbentuk tubuh yang menyerupai manusia. Nama manekin ini adalah Yuna, Jun menamainya dengan segenap hatinya, lho. Yuna ini seelaaluuuu berada di posisi center toko ‘Unyu Style’. Pemilik toko baju yang sudah membuka 12 cabang di 12 kota berbeda ini juga setuju, karena wajah Yuna memang perfect.
Yuri, manekin bertubuh seksi nan atletis ini cocok dengan tema yang bernuansa ‘Sports’ maupun ‘Sexy’. Manekin ini kadang tempatnya bertukar setiap hari dengan tempat dimana manekin Yuu berada. Tapi kali ini, Jun sedang senang menaruh Yuri di front center. Wajah Yuri memang cantik dan menggoda. Ditambah rambutnya yg lurus membuat pengunjung terkesima saat Yuri memakai baju –yang lagi-lagi bernuansa ‘Sports’ atau ‘Sexy’.
Memiliki wajah bak gadis pemalu memang cocok untuk disandang Citra. Namanya asli Indonesia banget, ya. Citra adalah manekin terakhir yang datang ke toko ‘Unyu Style’ setelah Yuu dan Yuna. Perawakannya langsing dan seperti boneka, lucu dan menggemaskan. Sica dan Citra selalu bertukar-tukar tempat.
Sunny bunny! Manekin yang memiliki pipi chubby ini menjadi taksiran beberapa anak-anak SD. Jika mereka, anak-anak SD, sedang berkunjung ke toko tempat Jun bekerja itu, mereka pasti langsung terkagum-kagum dan selalu saja mengucapkan kalimat, “Ibu, itu lucu sekali! Seperti kelinci! Aku ingin seperti itu nanti besarnya!”, dan kalimat lain semacam itu. Jun hanya terkekeh renyah mendengar kekaguman anak-anak SD yang masih polos itu.
Haah, haah. Sudah berapa manekin? Oh, sudah 8! Berarti ini yang terakhir. Syukurlaah, hihi. Manekin yg bernama Fany ini memiliki eyesmile di matanya. Saat ia tersenyum, matanya bagaikan tersenyum juga. Eh, tunggu. Bukankah ia manekin? Patung, dong? Yap. Tapi manekin-manekin Jun bisa Jun ubah. Mau dia tersenyum, cemberut, dan ekspresi lain Jun bisa. Kecuali menangis.
***
Jun hendak menutup toko ‘Unyu Style’ siang itu. Dikarenakan ini hari Jum’at. Jun hendak menunaikan ibadah sholat Jum’at. Menutup tirai depan. Merapikan baju-baju lalu membungkusnya dengan kain hitam atau plastik hitam. Menaruh semua manekinnya di front. Mengecek dan menghitung para manekinnya kalau memang sudah lengkap dan tak ada yang sisa, Jun mengakhirinya dengan menutup pintu dan gerbang toko itu. Melangkah keluar sambil bersiul-siul riang.
Ctaakk!
Tiba-tiba, lampu toko Jun tadi menyala. Gemerlang-gemerling cahaya terlihat samar-samar dari luar, tapi tak ada seorangpun yang menyadarinya.
“Uwaaa! Capek sekali hari ini! Aku harus mengangkat kaki kananku dan tersenyum lebar kepada para pengunjung seharian! Bayangkan!” dengus seseorang. Eh, bukan! Bukan orang yang barusan mendengus itu. Melainkan manekin.
“Iya, Yuu! Ada yang gak sopan, lho! Masa’ aku di foto pas lagi action melipat tanganku kebelakang, iih.. padahal kata Jun, gak boleh ada yang memfoto kita, kan? Apa-apaan tuh? Pelecehan!” sembur Jia tak kalah gentir tapi terlalu dilebih-lebihkan.
Aitta, Yuna, Citra dan Fany mengiyakan ucapan Yuu tapi mencibir perkataan Jia barusan. Aitta memukul Jia dengan sepatu high heels yang tadi dipakainya, Jia meringis kesakitan. Aitta berkacak pinggang, “Udah, udah! Kita ini manekin. Terserah mau diapain juga. Diapa-apain sama Jun juga mau kok!”, yang lain mengangguk setuju. Siapa sih yang menolak akan kegantengan Jun? Tidak ada.
Yuna mengangkat tangannya, “Ah.. bagaimana kalau... um, kita nunjukin jati diri kita?” disusul dengan anggukan Citra malu-malu. “Aku ingin dia tahu perasaan kita semua, kak. Walau manekin... bukankah Jun sudah mengurus kita? Bagaimana kalau kita layani dia?” lanjut Yuna.
“Heekh!? Nunjukin kalau kita ini bisa berjalan bak manusia, berbicara bak manusia? Apa dia tak kan ketakutan nantinya?!” Sunny menelan ludah, lalu melanjutkan perkataannya, “Aku gak mau Jun takut, nanti Jun jadi benci kita..”
Yuri menopang dagunya, menimbang-nimbang usul Yuna. Dari 9 manekin Jun memang paling bijak adalah Yuri dan Aitta. Walau sifat Aitta agak seperti ibu-ibu. “Tak apa, tak salahnya mencoba. Aku setuju dengan Yuna. Aku juga ingin merasakan berinteraksi dengan seorang manusia.”
Hening. Fany dan Sica nampak saling sikut-menyikut, sesekali bisikan keduanya terdengar oleh Yuu. Yuu pun mengangkat tangannya, “Yeaah, apa salahnya mencoba?” Yuri, Yuna, Fany, Sica, Jia, dan Citra menganggukan kepala mereka. Yuna melirik Aitta dan Sunny dengan senyum angelnya yang bikin semua orang pasrah.
“Hhh, baik baik. Jika kalian memutuskan begitu. Sunny, sudah tak apa. Coba saja, oke?”
Sunny mengangguk pasrah. Sepertinya sihir Yuna cukup ampuh untuk sebuah manekin, tak hanya manusia saja.
Malam itu pun, 9 manekin yang Jun beri nama “Gee!” ini menyusun rencana agar Jun tak kaget saat mereka bersembilan bergerak-gerak dan berbicara bagai manusia esok. Hmm, mereka juga sedang membuat lagu, lho. Kalau urusan membuat lagu, serahkan saja pada Fany. Ia pandai meracik berbagai macam lagu.