Don't Say Goodbye [FF EXO-SNSD]




Halo semua~
Puasa 9hari nggak posting di blog, nih. Hoho. Lagi sibuk sama tugas (Duilee). Oiya, gue kambek bawa 2 cerpen gue. Semoga lo semua pada seneng, ya. Maap awkward alur ceritanya :v abisnyaaa.., gue ambil cerpen-cerpen dulu gue, sih. Sekarang lagi nggak ada waktu buat bikin cerpen. Yah, have fun, deh, ya!
Tinggalkan jejak, ya! ;;)

FF Luhan EXO - Taeyeon SNSD (LuYeon/TaeHan/TaeLu/LuTae)


TAEYEON pov.

Aku, Kim Tae Yeon, seorang putri Wakil Gubernur di Korea, akan di jodohkan dengan putra Presiden ternama di Korea yg tak kutahu nama dan wajahnya. Aku akan di jodohkan dengan orang asing. Aku tak mau menikah dengan orang yg tak kutahu asal muasalnya, dan memilih untuk kabur dari rumah. Aku keluar rumah menggunakan daster putih berlengan panjang. Tak berbekal apapun, aku memutuskan untuk mengikuti truk sampah. Aku naik ke box truk sampah itu dan bergabung dengan para sampah ibu kota.
‘Hfft.. bauunyaaa..’ pikirku sambil menutup hidung. Sungguh bau disini!

Braak! Braakk! Ckleekk!

Deg! Pintu box akan dibuka! Duh, bagaimana ini? Kalau aku ketahuan, aku akan dimarahin appa habis-habisan, gumamku. Ah, aku menemukan sebuah karung besar di pojok sana. Dengan nyali yg cukup besar, aku masuk kedalam karung penuh sampah itu.

Claakk!!

Pintu box terbuka. Mereka membawa karung yg aku tempati saat ini ke sebuah rumah. Aku tak tahu ini di daerah mana. Walaupun aku dapat mengintip dari lubang kecil di karung ini. Arrghh... lepaskan dan turunkan aku... aku sudah kebauan disiniiii...

Braakk!!

Aku pingsan setelah karung yg aku tempati saat ini dilemparkan begitu saja. Tubuhku remuk.

LU HAN pov.

Braakk!!

“Eh? Apa?!” pekikku sambil menyeruput secangkir kopi dan melipat koran yg aku baca pagi ini.
Aku melangkah menuju beranda rumah untuk mengecek apa yg terjadi. Kuturuni tangga kecil di beranda rumahku. Aku menengok kanan dan kiri, ‘Ada apa?’ sambil mengendus-endus.

Sraakk!!

Aku menoleh. ‘Apa tadi?’. Aku menyelidiki ke arah yg ‘berbunyi’ itu. Mencari sesuatu.

Sraakkkk!!

“Heehh?!” teriakku kaget. Karung sampah itu bergerak! Aku yakin, karung itu bergerak!
Bulu kudukku berdiri. ‘Jangan-jangan............ hantu?!’ gidikku makin menjadi. Aku meraba-raba karung itu.

Sraakkk!!!

“Uwaaaaaaaaa!!” teriakku yg disusul dengan jatuhnya aku. Sungguh kagetnya bukan main.
Aku memberanikan diriku untuk membuka karung itu. ‘Ehh?!’ apa yang kulihat sekarang?! A.. ada wanita di dalam karung ini! Apakah dia baik-baik saja?
Aku menggotong wanita itu ke dalam rumahku. Kubaringkan dia di ranjangku yg empuk. Kemudian, ku perhatikan wajahnya, ‘Wah, yeoja yg cantik..’ gumamku sambil menaruh kepala wanita itu. Aku berlari menuju dapur untuk menyiapkannya semangkuk bubur dengan soba, dan secangkir teh hangat. Lalu, kuletakkan itu semua di meja kecil di sebelah ranjangku.

TAEYEON pov.

Ukh... kepalaku pusing... tapi, kenapa karung yg tadi aku tempati bisa seempuk ini, ya?
e... empuk?! EMPUKK??!!

Aku melebarkan mataku. Melihat sekeliling. Lho, ini rumah siapa?! Ranjang siapa?! Dimana aku sekarang? A... apakah aku ada di rumah seorang om-om?! Kyaaaaaaaa!
Tu.. tunggu dulu. Aku menoleh ke kanan. Ah, ada namja... yg sedang memperhatikan gerakanku barusan! Blush.... pipiku memerah.
“Selamat pagi” salamnya smabil tersenyum manis ke arahku. Ia berjalan ke arahku. Deg!
“Se.. selamat pagi. A.. aku dimana, ya?” tanyaku sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhku.
Namja itu tertawa kecil melihat tingkahku. “Kau dirumahku. Aku orang baik, kok. Hehe.. Oh ya, kau harus makan dulu. Ini, aku siapkan bubur dan soba. Makanlah!” ujarnya seraya menyerahkan mangkok itu ke arahku. Aku hanya menelan ludah.
“Tak ku racuni, kok. Ayo, dimakan! Aku khawatir jika kau tak makan, nanti badanmu makin kurus, lho” ia mengambilkan sendok dan menyuapiku dengan lembut. Ah.. sepertinya ia memang orang baik.
“Hmm. Syobanya enyak...”
“Ssstt. Jangan bicara sambil makan.”
Aku mengangguk dan tersenyum. Dia tersenyum balik. Senyumnya manis..... sekali!

LUHAN pov.

Yeoja di depanku ini makan makananku dengan lahap! Ah, senangnya melihat dia tersenyum. Senyumnya manis..... sekali!
“Ah, namamu siapa?” tanyanya seraya tersenyum simpul.
“Namaku Xi Lu Han. Panggil saja aku Luhan. Kau?”
“Namaku Kim Tae Yeon. Panggil saja aku Taeyeon. Hihihi..”
“Hei, kau meniru ucapanku!”
“Hei, aku meniru ucapanmu!”
Hahaha. Pagi ini, aku ditemani makhluk mungil yg manis, ceria dan suka bercanda. Tak terasa, bubur dan sobanya sudah habis. Aku kembali ke dapur dan mencucinya. Sekejap aku memandangnya yg terbaring di tempat tidur sambil tersenyum. Aku ikut tersenyum dibuatnya.
Kemudian, aku kembali ke pekerjaanku yg sempat tertunda. Ya, belajar. Aku seorang mahasiswa di salah satu universitas terkenal di Seoul, Korea Selatan.

TAEYEON pov.

Malam
Aku membaringkan badanku yg masih agak sakit karena di banting oleh tukang sampah tadi. Berusaha memejamkan mataku. Ah, tapi tak bisa. Lalu, ku lirik namja yg bernama Lu Han itu. Ia sedang belajar. Hmm, belajar apa?
Aku berusaha bangun dan sedikit menggerak-gerakkan seluruh badanku. Lu Han memandangku sekilas dan kembali membaca. Sepertinya dia memang sedang serius belajar. Ah, bagaimana kalau aku tanyakan saja.
“Ah, yeoboseyo.. sedang belajar apa?” tanyaku seraya duduk di sampingnya.
“Belajar astrologi. Aku kuliah di salah satu universitas terkenal di Seoul dan mengambil jurusan perbintangan.” jawabnya sambil tersenyum manis. Deg! “Kau sudah baikan, ya?” Ia bangun dari tempat duduknya dan berjalan menuju sebuah lemari.
Ne.
“Aku mau nunjukin sesuatu buat kamu.” ujarnya. Ia lalu mengeluarkan sebuah kardus berbentuk balok. “Ini teleskop. Kajja! Kita liat bintang. Bintang di sini terlihat bagus, lho!”
Aku menganggukkan kepalaku dan mendekat ke arahnya. Berusaha membantunya mengeluarkan teleskop yg cukup besar itu.

LUHAN pov.

Ia menghampiriku dan mengulurkan tangannya.
“Sini, aku bantu.” ucapnya. Aku memandangnya lalu tersenyum simpul.
Ah, aniyo. Kau kan masih terlihat kelelahan. Jangan dipaksakan, ya.” Aku menarik tangan mungilnya dan menggenggamnya. Kulihat, pipinya memerah. Di dalam hati, akupun juga merasa demikian.

TAEYEON pov.

Aku disuruh menunggu di teras belakang rumahnya. Aku menggangguk pelan dan mendengus.
Malam itu, aku dan Lu Han menikmati malam yg benar-benar indah ini. Ia mengajariku banyak hal tentang perbintangan. Menjelaskan rasi-rasi bintang. Menjelaskan planet-planet yg ada di luar angkasa. Menjelaskan semuanya.
Ah, tak terasa. Kami sudah disini sangat lama. Aku mulai mengantuk.

LUHAN pov.

Yeoja bernama Taeyeon ini beberapa kali menguap. Di dalam hati, aku hanya tertawa geli melihat kelakuannya.
“Taeyeon, kau mengantuk?” tanyaku sambil mengusap kedua pipinya yg agak chubby.
Ah, a.. aniyo” jawabnya sambil tersenyum manis ke arahku. Aku blushing di dalam hatiku. Ku balas senyumnya.
Secara tak sadar, aku memeluknya. Taeyeon kaget melihat tingkahku. Tapi ia tetap diam. Kemudian, ku ulur pelukanku. Aku meraih kepalanya dan mendekatkannya ke arahku. Lalu,
Chu!
Setelah berciuman cukup lama, aku menggotong Taeyeon ke ranjangku dan membaringkannya. Tenang, aku orang baik-baik. Aku cuman ingin ia tak terbangun dari alam mimpinya. Ya, saat aku lepaskan ciumanku, tiba-tiba saja matanya terpejam. Ternyata ia tertidur! Aku baru melihat yeoja seperti dia, dan malam itu tak henti-hentinya aku tertawa.

To Be Continued...